bersiaplah ^_^

Untuk jatuh ke dalam cinta itu mudah sekali.

Tapi tidak mudah untuk berenang berirama dengan anggun, dan tidak tenggelam dan tercekik di dalamnya.

Mungkin itu sebabnya, tidak lama setelah jatuh ke dalam cinta, banyak orang yang jatuh ke luar cinta.

Dan mungkin, lagi ...

Perasaan pedih di hatimu itu bukan cinta, tapi gamangnya orang yang sedang jatuh ke luar dari cinta.

Bukankah perhatianmu sekarang lebih kepada kepedihan dan penyelamatan hatimu?

Itu namanya bukan cinta, tapi asap pemedih mata dari cinta yang sedang padam.

Itu adalah cara Tuhan menyiapkan tempat yang lebih baik di hatimu bagi cinta yang baru.

Bersiap-siaplah. Cantikkanlah dirimu. Cintamu yang baru sedang dalam perjalanan menemuimu.

Mario Teguh – Loving you all as always

Gombalan ala mahasiswa

Ini kukutip dari timeline (twitter), let's cekidot :

Kak, mahasiswa Unhas q? | iye.. | jurusan ? | Jasbog | ƪ_(☉▿▿▿▿▿▿☉)_ʃ *balada mahasiswa tukang tawuran*


 kakak anak sastra perancis yah? | iye kenapa? | soalnya kakak mirip menara Eiffel -_-" *gagal 

kak.. Jurusan tek.pertanian ki?? Iye, knp ki bisa tau?? Karna sudah ki tanam benih cinta di hati ku. :p


Fakultas : Hukum, Hobi : Memenjarakan perasaan sendiri  

kakak anak FK ki? | iya kenapa? | periksa dulue | sakitko kah? | iye, sakit karenamu | cc: 

Kak, anak Pertanian q? | iye, magai? | pantas PEnuh Rasa cinTA daN perhatIAN | 

kuliah di mana ki kak? | pertanian | pantas selalu ada alpukat, jeruk, dan mangga dalam tas ta |  cc

ARSITEKTUR : Ada RaSa cInTa bErKembang & TerukUR  

Uhuk.. Mangga kapang RT : Kk anak pertania ki' | iye' | bisa ki' cangkok hatiku dgn hati ta' !? | cc: 

 RT : Kak anak teknik sipil ki? | iya kenapa? | soalnya kakak telah menstruktur bajakan hati ku | cc: 

 dek kuLiah Jurusan apa ki ? | knp ko tanya2kah ! Mau ko bayar uang kuLiahku ! | (¬_¬)​ 

 : Mendapatkan cinta kakak sama susahnya sperti mdapatkan nilai IPK 4.0 *curhat* 

 : Kak Asisten dosen ki? | iya kenapa? | moka asistensi surat cintaku sama kakak... | cc: 

Dek, anak akuntansi ki toh?| kenapa kak?| cobaki beng hitung binar-binar cinta di mataku.. cc  


  Cwok, anak Matematikaki?| iye, kenapai?| kerjakan dulu tugasna adekku'| (ˇ_ˇ'') 


ada-ada saja (^_^)v

best quotes today

Memang tak terperikan pedihnya pengabaian oleh orang yang kau cintai, tapi bukankah itu sebuah berkah bahwa dibukakan keasliannya yang keji !

Janganlah sering membohongi diri sendiri, karena lama kelamaan diri Anda akan belajar untuk tidak mempercayai Anda.

LELAH

Apa salah saya??!
Apa yang harus saya lakukan ??
Saat hati ini begitu lemah
Hanya bisa menangis
Tapi kenapa air matapun tidak menetes
Hanya bisa menjerit di dalam hati
Dan ternyata rasanya lebih menyakitkan

Mengapa saya seperti ini???
Apa yang harus kulakukan??
saya ingin menjadi diri saya yang dulu
Menjadi sosok yang periang!
Saya ingin seperti dulu!!
Tertawa tanpa beban pikiran!

nanti ya

nanti ya postingan berikutnya :)

Can I believe you next time?

Label:



Can you feel what I'm feeling????
Can you hear that my heart is crying now huh?????

Do you know?
I dissapointed with you.
You ALL !

Where is your promise?
I think you are a reliable person?
But, why you opened my secret?

Itu hanya masa lalu!

So, have fun!
                                   Just laugh for me yeah!! Thank you!


And then, can I believe you next time?
                                    Can I tell you my secret one day?

God,.
Who do You point to be a reliable person for me?
I can't save this feel alone.



:((



Sepenggal kisah yang menyakitkan hati. Terima kasih.

yang ngidam siapa???

Label:

Ini cerita masa kecil.
kejadiannya kira-kira.........hmmmm let me think..
??????
Lupaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

Langsung ceritanya aja ya..

Suatu hari saya dan teman main saya sedang asik bersepeda di hari minggu pagi. Kemudian kami berhenti di depan sebuah rumah yang ada pohon mangga goleknya. Pohonnya gedeeeeeee benner.

Kami turun dari sepeda. Kami berdua menginginkan mangga itu. Kami pun dengan PDnya memanggil sang empunya rumah.
Kami : tanteeeeee......tanteee......
Tante: ya? kenapa dek?
Kami : minta mangganya dong tante..tuuuuh yang di atas..
Tante: emangnya buat apa dek?
Kami : ya mau dimakan lah tantee..
Tante: terlalu tinggi deek..
Kami : yaaa tante pliiiiisss..
Tante: ya ndak bisa dek, kecuali ibumu ngidam baru tante ambilkan..ibumu ngidam ya??
Her   : ndak tante
Me    : (kebetulan waktu itu saya belum mengerti apa ngidam itu, akhirnya saya pun geleng-geleng kepala)

Her   : duuuh pop gimana nih? kita ga dapat mangga dong? coba tadi kamu bilang mama mu ngidam, kita kan bisa dapat mangga???
Me    : ooooh begitu ya??? hmmmm...

TIBA-TIBA MUNCUL IDE CEMERLANG DI OTAKKU !!!!

Me    : yuk pulang!
Her   : trus? mangganya????
Me    : bentar kita balik lagi.. ;)

Sesampai di rumah...
Me    : main yuk ke sana!
Adek : kemana?
Me    : kamu ikut aja..jangan banyak nanya..ntar kalo tante itu nanyain kamu, bilang iya aja ya!! trus kamu bilang aku ini temanmu, bukan saudaramu! oke??
Adek : ooh gitu? oke oke..

Me n her : tanteeeeee.....tanteeeee....tante ini temanku mamanya lagi ngidam mangga!
Tante     : mama kamu ngidam ya?
Adek      : (ngangguk ngangguk doang, kagak ngerti) hahaahaha
Tante     : tunggu om manjat pohonnya..
Me n her : iyyyyyeeeesssss!!!!
Tante     : ini dek, salam sama mamanya ya..
Me n her : makasihhhh tanteeee ^.^

Kami pun pulang menenteng mangga golek. Berlari-lari kecil sambil tersenyum riang. Sedangkan adikku tetap saja berwajah bingung..
Kasian dia jadi korban kami..

xixixixixixixi  

Air Mata Rasulullah SAW :')

Label:

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang
berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?”
tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata
Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
“Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku,
orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,”
tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi
bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan
sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun
menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri,
tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut
bersama menyertainya.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah
bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih
Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa
hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah
menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,
” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah
lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.
“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan
khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku:
Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah
berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah
bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa
sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di
sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?”
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,”
kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh,
karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut
ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin,
kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat
aimaanukum ( peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang
lemah di antaramu).”

Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling
berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli ‘alaa a
Muhammad wa baarik wa sallim ‘alaihi.
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita

:')